Selasa, 31 Maret 2009

Lirik: Home

Lagu ini bikin aku pengen pulaang..

Home

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
'Cause this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Rabu, 25 Maret 2009

Akibat Sinetron, Atau Salah Bunda Mengandung?

Akhir-akhir ini di televisi marak ditampilkan tayangan rekaman perkelahian antar pelajar yang mungkin masih berstatus pelajar SMP/SMU. Entah apa yang terjadi di dunia pendidikan kita. Memang tawuran/perkelahian/bullying sejak dulu lekat di dunia remaja namun mengapa hingga saat ini tidak terjadi perubahan?

Banyak pendapat yang mengatakan penyebab kondisi tersebut adalah:

  • Orang tua terlalu mempercayakan semua pendidikan (terutama moral) kepada pihak sekolah 
  • Orang tua terlalu sibuk bekerja untuk menafkahi keluarga
  • Guru-guru tidak dibekali pendidikan psikologi anak dan remaja
  • Derasnya tayangan televisi yang tidak mendidik/memberi asupan moralitas kepada anak bangsa 
  • Hilangnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bermoral (orang tua2nya tawuran, lah gimana si anak ndak ngikut?)
Kira-kira apa yang akan terjadi 15 tahun mendatang, jika anak-anak dan remaja sekarang seolah telah terbiasa dengan dunia kekerasan?

Semoga menjadi perhatian terutama bagi pendidik, pemuka agama, dan terutama sekali orang tua untuk memberikan pendidikan moral dengan cara dan intensitas yang lebih baik.

Pemilu, Pesta Democrazy?

Menjelang pemilu legislatif, di berbagai sudut jalan bermunculan baliho-baliho dan artis-artis politik. Saya tidak tahu apa yang ada di benak saya selain ketidakpedulian saya terhadap mereka yang memajang senyuman lebar di baliho pinggir jalan. Saya lebih peduli menyaksikan pesta demokrasi yang mungkin menggulirkan dana bernilai miliaran. Coba saja berhitung investasi dana politik yang hanya digunakan untuk pasang baliho tersebut. Anda akan sangat tercengang melihat sampah bernilai miliaran ketika pesta usai, ketika janji mungkin tidak terealisasi, dan ketika senyuman lebar berubah menjadi senyum kecut.

Saya juga lebih peduli ketika melihat bendera-bendera parpol dan iklan mini caleg yang dengan angkuhnya terpaku di pohon-pohon peneduh di pinggir jalan. Entah dimana tanggung jawab mereka terhadap kelangsungan hidup tanaman perindang tersebut untuk menyaring udara kotor dan mensuplai udara bersih kepada kita.

Lebih heran lagi ketika saya tidak kenal wajah-wajah yang terpampang disana dan dengan berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran saya, siapa mereka, mengapa saya harus memilih salah satu dari mereka, akan mereka menjadi pilihan yang tepat, dsb. Rasanya sulit percaya ketika otak kita merasa terpaksa harus mengenal pribadi mereka (yang mungkin semu) dalam waktu yang sangat singkat.

Senyum manis menyiratkan keramahan dan kesantunan, akankah akan tetap menjadi sesuatu yang diidamkan bagi rakyat ketika kursi dewan telah mereka duduki. Akankah mereka melihat kebutuhan rakyat dari sisi yang obyektif, akankah mereka turut memberikan dorongan bagi pemerintah dan rakyat untuk bersatu memajukan pembangunan di berbagai bidang?

Kita hanya bisa menanti, menduga, dan berharap semoga masa mendatang akan menjadi lebih baik.

Rabu, 31 Desember 2008

Bye..Bye 2008 .. Welcome 2009

Penghujung tahun tibalah kini. Benar-benar tidak terasa kita sudah tinggal menghitung jam, menit, dan detik menuju pergantian tahun. Tahun 2008 penuh kenangan indah, pahit, manis, dan silih berganti mewarnai hari demi hari dalam hidupku.

Pagi ini ditemani setangkup roti dan selai cokelat crumpy duo, aku berharap tahun mendatang bisa lebih baik dalam mengatur hidupku..terutama ngurangi chubby-ku ini..hehehe... 
Kok jadi kayak lagu india jadul "chubby..chubby.. eh salah ya..kabie..kabieee...halaaah..."

teet...teeet....teet
Selamat datang tahun 2009, semoga tahun ini lebih semangat..tambah maju..dan makin sukses buat Anda, saya, dan kita semuanya...


Happy New Year 2009


We will open the book.
 Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. 
The book is called "Opportunity" and its first chapter is New Year's Day.
(Edith Lovejoy Pierce)