Mahasiswa dan Kekerasan: Sebuah Surat Damai untuk (rekan) Mahasiswa

Mahasiswa kurang lebih artinya maha murid atau murid tertinggi ; begitulah yang saya dapatkan dari beberapa referensi. Tapi entah mengapa dengan ke"maha"an-nya mahasiswa justru seperti melegalkan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah dibandingkan dengan cara-cara yang lebih elegan.



Beberapa waktu yang lalu kita sering menyaksikan tawuran antar mahasiswa dalam satu kampus, atau tawuran mahasiswa dengan masyarakat, atau tawuran mahasiswa jenis lainnya. Sangatlah mengherankan dan seharusnya sangat memalukan bahwa mahasiswa dengan sangat mudahnya tersulut emosi dan melakukan pembalasan secara fisik seolah kembali ke jaman barbar.

Mengapa suatu permasalahan harus diselesaikan dengan cara yang sangat tidak elegan oleh sekumpulan mahasiswa?
Apakah mahasiswa kita sudah kehilangan jati diri sebagai kaum intelektual yang lebih mengutamakan cara yang lebih demokratis dan terhormat dalam menyelesaikan suatu masalah?
Apakah nantinya negara kita pada saatnya akan dipimpin oleh kaum yang menyelesaikan suatu masalah dengan kekerasan?

Sahabatku mahasiswa, mari kita duduk santai sejenak, saksikan kiprah-kiprah rekan Anda di beberapa tempat yang dengan mudahnya melayangkan batu, menutup jalan sambil membakar ban yang menimbulkan kemacetan dan polusi seolah melupakan kala hari bumi tiba, kalian berkoar-koar tentang global warming ; sungguh ironis.

Sahabatku mahasiswa, semoga kalian bisa lebih menghargai diri Anda sendiri sebagai generasi yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat, sebagai generasi yang nantinya akan membawa bangsa kita sebagai sebuah bangsa yang lebih beradab.

salam

Postingan terkait: