DAAI TV Oase di Kancah Pertivian Indonesia

Selama berada di Jakarta beberapa kali saya menyempatkan diri menonton siaran DAAI TV sebuah televisi swasta yang dimiliki oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Meskipun televisi dikelola oleh Yayasan Buddhis namun siaran yang dimanage oleh televisi ini sangat universal karena memang tujuan utamanya adalah misi kemanusiaan yang universal.

Acara-acara di DAAI TV lebih mengetengahkan berita-berita sosial kemasyarakatan, lintas agama, cinta kasih, dan jauh dari isu politik, konsumerisme, mistis, bahkan tidak ada iklan hingga saat ini. Sinetron yang ditampilkan adalah sinetron mandarin yang alur ceritanya sangat natural dan mengedepankan sisi cinta kasih dan semangat juang kehidupan keluarga. Artis-artisnya tampil natural dan tidak berlepotan rias wajah milik sponsor. 

Boleh dikatakan saya jatuh hati dengan siaran DAAI TV cuma entahlah kapan DAAI TV akan masuk siar ke Surabaya atau Denpasar.  Dan dalam hati saya berharap semoga televisi lain mulai lebih mengedepankan isu kemanusiaan daripada isu kekerasan dalam masyarakat. Kalau boleh menilai bahwa kekerasan dalam masyarakat, fenomena stress, konsumerisme, kenakalan remaja yang semakin parah, adalah hasil dari pemanfaatan teknologi yang tidak didasari oleh niat untuk membekali masyarakat dengan nilai-nilai yang mendidik selain hanya menuruti kata dari decission maker yang notabene adalah pemasang iklan dan produser siaran seperti hal yang serupa juga pernah dikatakan oleh Jajang C. Noer saat menyikapi perfilman di tanah air yang kehilangan jati diri.

Semoga DAAI TV mampu menjadi sumber panutan bagi terciptanya masyarakat yang memiliki cinta kasih, semangat, dan toleransi beragama dan bermasyarakat. Teringat sebait lirik dari DAAI TV, "Senyuman terindah di dalam mimpiku, bagai air menghidupi dunia...".

Salam metta

Postingan terkait: