Menikmati Batas Surabaya Sidoarjo

Pertumbuhan kota Surabaya dan Sidoarjo yang kian hari kian meningkat menyebabkan tumbuhnya properti dimana-mana termasuk daerah timur Surabaya dan Sidoarjo atau lebih dikenal dengan nama Pamurbaya. Selama ini saya sangat menikmati suasana desa yang terbentang dari pinggir Surabaya tepatnya Gunung Anyar yang membentang hingga Kalanganyar wilayah Sedati. Sekedar jalan-jalan pagi menyaksikan para petani tambak menuju ke tambak, atau menyaksikan nelayan yang mulai bersandar di pelelangan ikan.


Kristal Garam dari Tambak Garam Sedati
Kristal Garam dari Tambak Garam Sedati



Daerah ini sangat banyak memiliki tambak dan sesekali dalam setahun berubah menjadi tambak garam yang dikelola secara tradisional. Air diangkat dengan menggunakan bantuan angin lewat baling-baling bambu dan pompa bambu sederhana. Kemudian dialirkan ke petak-petak tambak untuk dikeringkan. Tiap tambak memiliki densitas garam berbeda sesuai usia jemurnya. Makin lama lapisan air garam dijemur maka air akan berubah menjadi kemerahan untuk kemudian pada akhirnya putih mengkristal dan siap untuk dipanen. Prosesnya sangat tergantung kepada cuaca. Harus ada sinar matahari yang terik untuk bisa menghasilkan garam berkualitas yang nantinya dibeli oleh pabrik-pabrik garam.

Pembuatan garam di Sedati
Petani membuat garam di Sedati


Menikmati udara pesisir yang bebas polusi merupakan anugerah tersendiri bagi warga Surabaya yang hampir setiap hari berkutat dengan rutinitas. Memandang para pekerja tambak garam yang memproses pembuatan garam sangat menyenangkan. Sesekali mengobrol dengan mereka di saat istirahat memberikan kita banyak pemahaman tentang kehidupan sosial di sekitar kita.


Daerah ini juga merupakan daerah nelayan. Jika kita datang di pagi hari, kita akan mendapatkan pemandangan yang menampilkan rutinitas nelayan yang tiba dari melaut. Menyandarkan kapal, memilah ikan, dan sebagainya. Kita juga bisa membeli ikan segar disini. Beragam jenis ikan seperti kakap, ikan lidah, kakaktua, kepiting, kerang, bandeng, udang, lobster,  sampai ikan air tawar seperti lele dan patin pun tersedia. Kita bisa bebas memilih dan membeli ikan di pasar ikan kemudian mampir di warung yang ada di lokasi untuk dibakar atau diolah sesuai keinginan kita (dibakar,digoreng, dipenyet).

Kembali dari Melaut

Sungguh suasana yang indah. Penggemar fotografi terutama human interest, street fotografi, ataupun landscaper, wild-life, pasti akan mendapatkan banyak spot menarik di daerah ini. Saya hanya berharap suasana ini masih akan dapat kita saksikan 2-10 tahun mendatang memperhatikan pertumbuhan ekonomi juga menyebabkan banyak alih fungsi lahan. Akankah nelayan dan petani garam tersebut akan tetap menikmati  kehidupan mereka disini? Entah.

Postingan terkait: